Identifikasilah faktor yang mendorong terbentuknya kebudayaan masyarakat di daerah Nias!
Dewasa ini kita ketahui bahwa banyak ancaman yang secara tidak langsung dapat membahayakan keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia. Berbicara mengenai penguatan Ketahanan Nasional tidak hanya melalui cara-cara yang berhubungan dengan wajib militer seperti angkat senjata, tetapi salah satu hal yang dapat ditempuh untuk memperkuat Ketahanan Nasional Indonesia, yaitu melalui budaya atau adat istiadat yang ada di Indonesia. Untuk itu saya akan membahasa salah satu budaya yang dapat dijadikan sebagai alat ketahanan nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu budaya adar Nias.
Budaya merupakan perkembangan majemuk dari “budi daya” yang berarti “daya dari budi”, jadi budaya berupa cipta, karsa, dan rasa. Sementara itu kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa, dan rasa. Dalam budaya terdapat yang namanya sistem budaya, yaitu ide atau gagasan yang berasal dari manusia yang hidup di masyarakat. Sistem budaya biasa disebut dengan adat-istiadat. Sistem budaya ini dapat berfungsi untuk menata dan memantapkan tindakan-tindakan serta tingkah laku manusia.
Ketahanan berasal dari asal kata “tahan”, yaitu tahan menderita tabah, kuat, dapat menguasai diri, dan tidak kenal menyerah. Menurut istilah Ketahanan Nasional adalah peri hal keteguhan hati untuk memperjuangkan kepentingan nasional. Jadi dapat disimpulkan bahwa budaya sebagai ketahanan nasional itu berupa adat-istiadat yang dapat menjadi pelindung negara dari ancaman dalam ataupun luar negeri.
Pada masyarakat adat Nias terkandung suatu nilai yang orientasinya bermanfaat bagi kehidupan. Budaya yang dimiliki masyarakat Nias terkandung nilai filosofis yang konsep gambarannya seperti Pancasila yang mempunyai lima sila. Nilai filosofis masyarakat adat Nias ini dari dahulu menjadi alat perekat kesatuan bangsa yang terdapat dalam istilah “BOLALAHINA”, yaitu:
Bologo Dodou (Bersifat sabar)
Nilai filosofis ini sering diucapkan oleh ketua adat Nias ketika ada terjadi suatu peretentangan di kalangan masyarakat adat Nias.
Lauzisokhi (Berbuat Baik)
Nilai ini mencerminkan ciri khas sosial masyarakat Nias.
Lakhomiu (Bersatu-padu)
Nilai ini menggambarkan masyarakat Nias yang tolong-menolong atau Gotong royong.
Hinodalau (semasih mampu)
Nilai ini menunjukkan jika masyarakat Nias adalah pekerja keras.
Natolau (upaya)
Nilai ini menunjukkan ciri khas orang Nias yang tidak mudah putus asa dalam menggapai suatu hal yang dicita-citakan, misalnya masyarakat Nias memperjuangkan terbentuknya sebuah Kabupaten lagi di Pulau Nias yaitu Kabupaten Nias Selatan (Nisel) dan hal ini terbukti dengan terbentuknya Kabupaten tersebut pada 28 Juli 2003.
Selain itu, Nias dikenal memiliki beberapa tradisi yang telah terbukti dapat dijadikan sebagai alat untuk memperkuat ketahanan mereka.
Nb : maaf kalau salah
Maaf kalau aku copas ya kak
100% benar [answer.2.content]
Budaya merupakan perkembangan majemuk dari “budi daya” yang berarti “daya dari budi”, jadi budaya berupa cipta, karsa, dan rasa. Sementara itu kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa, dan rasa. Dalam budaya terdapat yang namanya sistem budaya, yaitu ide atau gagasan yang berasal dari manusia yang hidup di masyarakat. Sistem budaya biasa disebut dengan adat-istiadat. Sistem budaya ini dapat berfungsi untuk menata dan memantapkan tindakan-tindakan serta tingkah laku manusia.
Ketahanan berasal dari asal kata “tahan”, yaitu tahan menderita tabah, kuat, dapat menguasai diri, dan tidak kenal menyerah. Menurut istilah Ketahanan Nasional adalah peri hal keteguhan hati untuk memperjuangkan kepentingan nasional. Jadi dapat disimpulkan bahwa budaya sebagai ketahanan nasional itu berupa adat-istiadat yang dapat menjadi pelindung negara dari ancaman dalam ataupun luar negeri.
Pada masyarakat adat Nias terkandung suatu nilai yang orientasinya bermanfaat bagi kehidupan. Budaya yang dimiliki masyarakat Nias terkandung nilai filosofis yang konsep gambarannya seperti Pancasila yang mempunyai lima sila. Nilai filosofis masyarakat adat Nias ini dari dahulu menjadi alat perekat kesatuan bangsa yang terdapat dalam istilah “BOLALAHINA”, yaitu:
Bologo Dodou (Bersifat sabar)
Nilai filosofis ini sering diucapkan oleh ketua adat Nias ketika ada terjadi suatu peretentangan di kalangan masyarakat adat Nias.
Lauzisokhi (Berbuat Baik)
Nilai ini mencerminkan ciri khas sosial masyarakat Nias.
Lakhomiu (Bersatu-padu)
Nilai ini menggambarkan masyarakat Nias yang tolong-menolong atau Gotong royong.
Hinodalau (semasih mampu)
Nilai ini menunjukkan jika masyarakat Nias adalah pekerja keras.
Natolau (upaya)
Nilai ini menunjukkan ciri khas orang Nias yang tidak mudah putus asa dalam menggapai suatu hal yang dicita-citakan, misalnya masyarakat Nias memperjuangkan terbentuknya sebuah Kabupaten lagi di Pulau Nias yaitu Kabupaten Nias Selatan (Nisel) dan hal ini terbukti dengan terbentuknya Kabupaten tersebut pada 28 Juli 2003.
Selain itu, Nias dikenal memiliki beberapa tradisi yang telah terbukti dapat dijadikan sebagai alat untuk memperkuat ketahanan mereka.
Nb : maaf kalau salah
Maaf kalau aku copas ya kak
100% benar [answer.2.content]